Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

MGMP MATEMATIKA TINGKAT SMP KAB. WAJO

Pembukaan MGMP MATEMATIKA tingkat SMP dihadiri oleh bapak Kepala Dinas Kab. Wajo Sulsel dan 3 orang pengawas Mata Pelajaran yakni bapak Supardi, M.Si (Merah Muda), bapak H. Abidin Raukas, M.Si (Merah Tua) dan bapak Jumardin, M.Si (Batik).

Era revolusi Industri 4.0 peran guru tak tergantikan. Namun diperlukan guru profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat.(Kompas.com)

“Guru harus bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan. Ini agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global,” kata Supriano dalam laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dengan trennya industri 4.0 ini bapak kadis berharap agar semua guru di kab. Wajo bisa mengikuti perkembangan yang terjadi saat ini, terutama guru harus pintar IT dan menjadikan media sosial sebagai sarana untuk meng-update diri karena seorang guru tidak bisa lepas dari tuntutan zaman.
Menggunakan teknologi saat ini merupakan kompetensi guru yang mesti dipenuhi (blog agus sampurno).

Saya pribadi sangat setuju jika guru harus memenuhi kompetensi tersebut, karena teknologi memudahkan guru dalam melakukan proses pembelajaran, mudah berkomunasi dengan siswa walaupun tanpa tatap muka juga memudahkan dengan para orang tua siswa. Dengan teknologi pula guru bisa memberikan pembelajaran online kepada siswanya, diskusi melaui grup WA salah satunya. Dan juga guru bisa mengirim materi, tugas kepada siswanya melalui email, WA dll yang berhubungan dengan media online.

Seperti yang dikatakan oleh bapak H. Abidin Raukas, M. Si selaku pengawas guru Matematika, Salah satu wadah untuk berbenah diri agar bisa ikut di industri pendidikan 4.0 bagi guru adalah MGMP. Berharap agar kedepannya guru matematika di kab. Wajo bisa mengeksplor diri, tentunya tidak lepas dari program-program MGMP berikutnya. Feedback dari program tersebut tidak lepas dari Penilaian Kinerja Guru sebagai prasyarat untuk Kenaikan Pangkat sebagai ASN.

Testimoni

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa kabar hari ini? Semoga baik dan menyenangkan. Tulisan saya kali ini tentang Testimoni Pengalaman mengikuti DDEM. DDEM adalah singkatan dari Diklat Daring eModul.

Pengalaman saya selama mengikuti DDEM di Matematika Nusantara adalah sebelum mengikuti diklat ini saya belum mengetahui seperti apa itu emodul, sekilas dari kata berarti elektronik dan modul berarti buku. Sejujurnya pengetahuan saya tentang emodul hanya sebatas buku elektronik. Namun berkat pengalaman mengikuti DDEM akhirnya saya menjadi tahu seperti apa dan bagaimana membuatnya.

Pada DDEM ini kita belajar membuat video pembelajaran,  membuat cover, membuat html, dan juga berkenalan dengan beberapa aplikasi pendukung eModul yang akan kita buat. Ternyata banyak ilmu yang kita peroleh dan bisa di aplikasikan terutama dalam menunjang kreatifitas kita sebagai seorang guru.

Pada pembuatan emodul, saya belajar memasukkan equation, gambar, video dan tabel pada Sigil. Sigil adalah aplikasi  pembuat dan mengedit modul.
Selain itu saya juga belajar membuat Cover  baik secara online maupun dengan menggunakan Power Point. Dalam pembuatan Cover saya menggunakan Power Point karena disamping offline covernya pun sederhana.

Emodul yang kami buat bereksistensi EPUB maka salah satu reader yang kita gunakan untuk membaca emodul tersebut adalah Azardi dan untuk android saya gunakan Reasily.

Selama pembuatan emodul alhamdulillah walaupun saya hampir menyerah karena terkendala di pembuatan video dengan limit waktu pengumpulan File emodul yang telah ditentukan namun berkat bantuan dan spirit dari teman-teman akhirnya modul saya bisa selesai.

Dan Alhamdulillah sejak bergabung di Matematika Nusantara, saya banyak mengetahui tentang IT dan pengetahuan lainya. Ada banyak Ilmu yang menanti disana dan kita bisa memilih pengetahuan apa yang bisa menjadi prioritas khususnya yang bisa menunjang tugas-tugas kita sebagai seorang guru.

Sebagai seorang guru sangat perlu buat kita untuk saling sharing pengetahuan dan pengalaman apalagi dengan sesama profesi. Untuk itu mari teman-teman se-profesiku bergabung di grup Matematika Nusantara Wadah Guru Matematika berdiskusi/berbagi tentang info dan pengalaman , dengan moto kita “Belajar Berbagi, Memotivasi dan Menginspirasi”.

Berikut link untuk bergabung di Telegram @pendaftaranMN atau https//t.me/pendaftaranMN.

Kelebihan di grup ini adalah tiap tahun diadakan Diklat Online yang tentunya tidak mengganggu tugas pokok kita disekolah, disamping itu memiliki mentor-mentor yang punya kreadibel. Berikut contoh hasil diklat yang pernah saya ikuti (bukti fisik berupa sertifikat)

Berdayakan “Classroom Google” untuk menilai tugas siswa.

Main di google, salah satunya adalah browsing, nah daripada browsing mulu, sebaiknya kita bereksplor dikitlah, di google ada salah satu aplikasi yang mendukung pembelajaran kita sebagai seorang guru nich, namanya Google Classroom. Google Clasroom merupakan aplikasi yang biasa disebut istilah kerennya sih LMS (Learning Management System). LMS digunakan untuk pembelajaran dalam jaringan yakni online. Seperti halnya dengan pembelajaran kita di sekolah yang tatap muka dengan siswa, nah di classroom juga memerlukan class tapi namanya class digital atau dumay”dunia si maya” heheee….

Cara mendapatkan Classroom sangatlah mudah, buka Play Store kemudian search ketik nama aplikasinya install, tadattttttt

Adapun menu-menu classroom terdiri atas

  1. Menu utama yang terdiri atas Aliran, Pekerjaan kelas dan siswa
  2. Menu topik atau menu tambahan yaitu topik.

Pada menu aliran terdiri atas 5 bagian.

  1. Tugas
  2. Pertanyaan
  3. Bahan
  4. Tema
  5. Gunakan kembali pos

Adapun cara membuat kelasnya adalah

Klik tanda plus kemudian pilih create class maka kita akan diarahkan ke tampilan berikut

Selanjutnya

Isi nama, kelas dst.

Seperti di atas code classnya, dan kode class bisa kita reset loh agar mudah mengingatnya khususnya siswa. Setelah selesai share ke siswa kodenya agar siswa bisa join di kelas yang kita buat.

Cara siswa bergabung di kelas sangatlah mudah. Siswa hanya menggunakan akun google mereka masing-masing tanpa buat akun lagi.

Salah satu manfaat dari classroom ini khususnya buat saya adalah siswa saya berikan tugas untuk mempemantap materi yang telah saya ajarkan, siswa hanya menjawab soal di buku PR mereka trus difotoin dan kirim di classwork yang sudah saya siapkan sebelumnya. Lumayan kan…kita gak perlu lagi bawah buku siswa di meja kita…meja full dengan buku siswa karena tidak sempat periksa, hhhhhhh….

Nah, classroom sangat mempermudah tugas kita sebagai guru khususnya dalam menilai hasil pekerjaan siswa. Mengapa mudah? Ya, karena dimanapun kita berada yang penting ada hp ditangan kita bisa cek tugas siswa dan memberikan umpan balik trus berikan nilai selanjutnya dikembalikan tugasnya agar siswa kita bisa melihat hasil pekerjaannya. Gak perlu duduk cantik dirumah atau diruang guru kan….untuk nilai tugas siswa kita😁

Gambar di atas menunjukkan bahwa terdapat 6 siswa yang belum kirim tugas dan terdapat 26 siswa yang sudah kirim tugas serta sudah diberikan umpan balik. Mudah khaaaannnn.👍👍😁

Ayo dicoba!!!

Guru dan Tekhnologi”WhatsApp untuk Siswa”

Sekarang ini guru-guru dituntut untuk melek dengan tekhnologi, karena sudah eranya guru harus tahu apalagi ini disebut jaman now, guru tidak boleh kalah IT dengan siswanya. Olehnya itu guru harus ikut zamanlah agar tidak di cap sebagai guru Gatek, heeee. Parah kan kalau siswanya pintar IT sementara gurunya gak ngerti tentang IT, jangankan punya whatsapp, ditanya tentang whatssapp ajha bingung, karena hp aja masih jadul, hhhh.

Begitu pentingnya IT bagi seorang guru, sebisa mungkin guru harus tahu tentang beberapa aplikasi atau situs-situs pendidikan untuk mengeksplor pengetahuannya ke siswa dengan menggunakan aplikasi atau situs tersebut.

Beberapa aplikasi sosial yang paling populer dikalangan masyarakat khususnya siswa adalah whatsapp, instagram, facebook ect.

Salah satu aplikasi tersebut diatas saya gunakan untuk membuat pembelajaran dengan siswa agar lebih menarik dan siswa termotivasi untuk belajar adalah melalui media aplikasi WhatsApp. Melalui pembelajaran ini siswa membuat suatu grup class khusus untuk mapel yang saya ampuh, dan alhamdulillah komunikasi dengan siswa lancar.

Sekarang ini guru-guru dituntut untuk melek dengan tekhnologi, karena sudah eranya guru harus tahu apalagi ini disebut jaman now, guru tidak boleh kalah IT dengan siswanya. Olehnya itu guru harus ikut zamanlah agar tidak di cap sebagai guru Gatek, heeee. Parah kan kalau siswanya pintar IT sementara gurunya gak ngerti tentang IT, jangankan punya whatsapp, ditanya tentang whatssapp ajha bingung, karena hp aja masih jadul, hhhh.

Begitu pentingnya IT bagi seorang guru, sebisa mungkin guru harus tahu tentang beberapa aplikasi atau situs-situs pendidikan untuk mengeksplor pengetahuannya ke siswa dengan menggunakan aplikasi atau situs tersebut.

Beberapa aplikasi sosial yang paling populer dikalangan masyarakat khususnya siswa adalah whatsapp, instagram, facebook ect.

Salah satu aplikasi tersebut diatas saya gunakan untuk membuat pembelajaran dengan siswa agar lebih menarik dan siswa termotivasi untuk belajar adalah melalui media aplikasi WhatsApp. Melalui pembelajaran ini siswa membuat suatu grup class khusus untuk mapel yang saya ampuh, dan alhamdulillah komunikasi dengan siswa lancar. memahami gambar tersebut.

Gimana guys, mudah khaaaaaaaan. Heheeeee.

Untuk lebih memudahkan lagi pembelajaran kita lewat Wa, terlebih dahulu kita harus share aplikasi pendukung pembelajaran kita ke siswa agar siswa bisa belajar sambil praktek dan hasilnya langsung di share ke grup dan kita bisa langsung memberikan umpan balik dari hasil kerja mereka. Kerennnn khaaaaannnn💖

Ya, seperti itulah ramuan dari saya semoga ada yang terinspirasi, heheeee….